comment 0

Originals by Adam Grant

Di tahun 2008, empat orang mahasiswa siap mendisrupsi bisnis kacamata Luxoticca yang mengendalikan 80% pangsa kacamata pada masanya. Datanglah mereka kepada Adam Grant untuk memintanya menjadi investor. Adam Grant menolak menanamkan modal karena Ia pikir para pendirinya tidak mencerminkan model pilihan pengusaha sukses, seperti tidak berani mengambil risiko menanggalkan pekerjaannya, dan lain-lain.

Di tahun 2015 menjadi titik balik Grant, ketika Fast Company merilis daftar perusahaan paling inovatif di dunia dan perusahaan kacamata yang Ia tolak ternyata bertengger pada posisi pertama. Tiga pemenang sebelumnya adalah raksasa kreatif seperti Google, Nike, dan Apple. Warby Parker, itulah nama perusahaanya.

Para psikolog menurut Grant menemukan bahwa ada dua jalan menuju keberhasilan: konformitas dan orisinalitas. Konformitas artinya mengikuti orang kebanyakan dengan menjaga status quo. Sedangkan orisinalitas adalah memilih jalur yang jarang dilalui, memperjuangkan nilai yang berbeda, tetapi akhirnya membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.

Ada lima hal yang ditawarkan Grant agar menjadi pribadi yang orisinil. Pertama, selalu pertanyakan status quo, jika ada yang salah pada status quo empat cara yang bisa dilakukan adalah dengan bersuara, bertahan, mengabaikan atau keluar. Orang orisil cenderung untuk memilih bersuara, sebelum akhirnya keluar apabila suaranya tidak didengar. Kedua, melipatkan jumlah ide, seperti Mozart yang menghasilkan 600 komposisi sebelum meninggal, kuantitas menghasilkan kualitas. Ketiga, mitigasi risiko, ketika Pierre Omidyar membangun Ebay Ia tetap bekerja menjadi programer selama 9 bulan berikutnya, atau Bill Gates yang menjual program piranti lunak di tingkat dua dan menunggu setahun penuh sebelum berhenti kuliah. Keempat, perbanyak pengalaman yang berbeda, seperti para pemenang Hadiah Nobel yang mengembangkan kegiatan kreatif seperti bermain musik. Kelima, menunda secara strategis.

Membaca buku ini seperti membaca buku psikologi berbasis riset dengan contoh-contoh konkrit sebelumnya. Buku ini juga pernah mendapatkan The #1 New York Times Best Seller.

Kekurangannya, menurut saya, terlalu bertele-tele sebelum masuk ke-intinya. Dengan tebal sebanyak 348 lembar, buku ini akan cukup lama untuk ditamatkan. Sejauh ini, buku ini saya rekomendasikan bagi yang senang dengan buku bisnis ataupun psikologi manusia. Selamat membaca.

Malang,
11 Maret 2019
Ibnu Dharma Nugraha

Tinggalkan Balasan