comment 0

Ide Hanya Ide

Dua pekan lalu saya ikut kegiatan pelatihan digital yang diadakan ole Gapura Digital yang merupakan cucu dari cucunya Google. Saya ikut beberapa rangkaian pembelajaran: mulai dari ide, google bisnis site, SEO dan SEM hingga efektivitas sebuah platform website. Materinya menarik, walaupun masih sebatas muqadimah di dalam tataran bisnis yang begitu kompleks. Hal ini pun saya kira wajar, karena tujuan dari rangkaian-rangkaian yang dilakukan adalah untuk membuat online kan sebuah bisnis UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang beberapa-nya masih menjalankan cara-cara yang konvensional.

Peserta yang datang dari beberapa segmen demografi. Namun, mayoritasnya adalah para pelaku bisnis UMKM yang rerata sudah berusia 30-an ke atas. Saya agak kikuk karena beberapa diantaranya sudah bisa hidup dan menghidupi keluarganya dari bisnis yang dijalankan. Bisnisnya bermacam-macam, mulai dari kuliner, properti maupun jasa. Yang menarik ternyata bisnis yang dijalankan kebanyakan sudah berafiliasi dengan internet, sudah juga melakukan advertising dengan biaya yang bagi saya tidaklah murah. Dan lagi, yang saya kagumi adalah iterasi belajar dan upgrade ilmu dari para peserta yang hadir. Satu pelajaran berharga, ide hanya ide.

“Bisnis saya adalah menyewakan kasur.” Ucap salah satu peserta pada sesi sharing dan diskusi.

“Serius mas? Customer segmentnya bagaimana?” Tanya heran pemateri.

Peserta yang lain mulai memperhatikan antara takjub dan bingung. Termasuk saya.

“Ada mas, kalo engga ada engga mungkin saya jualan. Rata-rata adalah para pemilik penginapan mas atau hotel yang baru dibuka. Biaya kasur yang relatif mahal, kalopun ada yang murah biasanya kurang empuk dan nyaman. Jadi, inisiatifnya adalah dengan nyewa. Dan saya salah satu penyedianya.”

Peserta lain tetap memperhatikan. Makin takjub. Makin bingung. Lagi-lagi termasuk saya.

“Engga sekalian bukan jasa sewa handuk mas?” Salah satu peserta bertanya. Kadangkala ‘bertanya’ dan ‘meremahkan’ adalah satu simbiosis yang mengerikan.

“Ya, rencana saya kedepan akan buka jasa sewa handuk juga. Doakan saja.”

Peserta lain beberanya berkelakar. Setengah dari beberapa yang lain nyinyir dan menggerutu. Setengahya lagi nyinyir dalam diam. Dan, kali ini saya takjub. Keren. Ide sederhana dengan realisasi luar biasa. “Semangat Pak,” dalam hati saya bergumam.

Sederhana bisa mendongak
Yang besar malah melungsur
Hey, pemimpi boyak!
Segeralah meluncur!

Orang kuat berenang
Orang pintar konferensi
Idemu ide kelompang
Segerelah beraksi

Jack Ma rancak dalam berbicara.
Tapi hey!! Dia sudah suffering lalu bahagia.

Malang,
28 September 2018
Ibnu Dharma Nugraha

Tinggalkan Balasan