comment 0

Eleuh-Eleuh

Sudah dua minggu ini saya engga ke toko buku. Alasan pertama sih sederhana, karena uang saya sedang pasang surut, biaya bensin untuk ke tempat magang tergolong mahal jadi uang yang semestinya saya cicil malah digunain buat beli bensin yang berlebih: pertamax pula. Oke yang pertama ini justifikasinya sangat lemah, padahal mah kalo diirit bisa saja; misal, ngurangin biaya makan. Alasan kedua bisa buat saya terlihat ciut dan letoi: daya baca saya terhadap buku-buku yang ringan lagi-lagi terdegradasi. Buku terakhir yang saya baca itu novel dari Andrea Hirata judulnya Padang Bulan dan sekarang sedang menamatkan buku kedua dwiloginya judulnya Cinta di Dalam Gelas. Walau baru sekitar 30 halaman, novel ini punya prolog yang bagus, saya berdecik-decik dan perlahan mulai penasaran. Jenakanya juga mulai terasa. Anehnya, dua sampai tiga hari ini malah belum dibaca lagi. Eleuh-eleuh.

Alasan kedua sebenarnya jauh lebih rasional dan logis. Walaupun saya bisa irit dan nyicil uang buat beli buku yang baru, tapi kalo buku yang udah saya beli malah engga kebaca jadinya agak sia-sia dan eman. Karena emang, membeli dan menggunakan adalah dua konteks yang berbeda. Membeli artinya menukarkan uang dengan barang yang ingin digunakan sedangkan menggunakan adalah output akhir dari barang yang dibeli tadi agar menghasilkan fungsionalitas juga manfaat. Dalam kaitan yang saya alami, menggunakan buku berarti membaca. Menelaahi setiap halaman tiap halaman, menyerana dalam diam dan larut dalam kenikmatan untuk memahami substansi buku. Konklusinya kuat menancap di otak. Menebarkan dengan ‘menurut’ bukan ‘nurut-nurut’. Itu lah ya.

Makannya dibanding mikir kesana kemari gimana buat beli sesuatu yang baru, bahkan harus nyicil duit dengan engga makan. Memaksimalkan barang lama semestinya jadi bahasan yang sentral. Nah, masalahnya kekuatan memaksimalkan itulah yang agak sibuk dan kentara dilematisnya. Apalagi dengan beragam intervensi finansial yang menjamur tiap hari ngebuat barang lama malah jadi ajang eksistensi dan unjuk gigi. Menumpuk engga karuan kaya gudang. Padahal mah kosong karena engga pernah digunakan. Betul?

Malang,
03 September 2018
Ibnu Dharma Nugraha

Tinggalkan Balasan